15.18

Tekadku…

Hari ini aku harus memulai untuk bisa hidup realistis. Aku tidak ingin terjebak oleh angan-angan semu yang dapat menghancurkan hidupku. Aku harus bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik bagi hidupku. Selama ini aku selalu berpikir bahwa mencari pekerjaan itu merupakan hal yang mudah, namun hari ini juga aku tau bahwa aku harus lebih bijaksana lagi dalam menentukan pilihan, aku harus dewasa, objektif, dan tidak terintervensi oleh suasana emosiku. Aku sekarang baru merasakan bahwa, harapan terkadang jauh dari kenyataan, namun aku yakin ini adalah bagian dari sebuah proses kehidupan, Aku hanya berharap Allah SWT selalu senantiasa membimbingku agar aku berada dijalanNya.
Aku harus tau bahwa aku tidak boleh terlalu membanggakan tittle keserjanaanku, karena kemanusian tidak bisa hanya dinilai dengan hal tersebut. Namun Kemanusian dapat dilihat dari sejauh mana kita mampu memahami dan mengerti arti hidup ini.
Sekarang aku mengerti bahwa, masih banyak kekurangan-kekurangan yang aku miliki, namun dengan petunjukMu ya Allah aku yakin aku mampu merubah kekuranganku menjadi sebuah kelebihan,…bimbing aku ya ALLAh………
Aku Berjanji…Kedepan aku harus menjadi lebih baik, dan konsisten dalam upaya menggapai kebahagian hidup ini……….Semoga.



15.12

Silent Pleaseee.......?

Diam terkadang mudah ketika kita hanya mendefinisikanya pada wilayah teoritis, namun berat sekali rasanya ketika makna diam tersebut kita implementasikan pada tataran praksis. Terkadang lisan ini sering membicarakan hal-hal yang memang gak penting buat dibicarakan, namun entahlah aku bingung,... ketika aku mencoba untuk diam didalam dinamika sosial aku cenderung jauh dari realitas kehidupan, tapi ketika melihat beberapa dalil yang menegaskan arti penting menjaga lisan akupun semakin kebingungan.
Diam yang seperti apa yang seharusnya kulakukan ditengah situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan yang ada di lingkunganku ini....????? jujur aku bingung.
Kucoba untuk melepaskan idealismeku agar aku dapat lebih dekat dan bersahabat dengan lingkunganku, tapi terlihat aku cenderung terbawa oleh situasi dan keadaan yang pada akhirnya bermuara pada pengikisan nilai-nilai idealisme yang telah kuanut.
Ya Allah salah sikapku ini, beri aku hidayahMu ya Allah........
Sungguh diri ini ingin sekali menjadi yang terbaik dalam panggung kehidupan ini, namun ketika sifat inkonsistensi terus mendominasi diriku akupun sering kehilangan fokus tujuanku.
Namun aku yakin ketika suasana kebingungan mampu kusikapi dengan proses pemikiran dan perubahan kearah yang lebih baik aku pasti bisa menemukan hikmah dan kebenaran dibalik semua ini.......semoga