07.25

Makna Hidup

satu lagi artikel yang menarik, artikel ini sedikit menyibak pengetahuan kita tentang apa makna hidup ini sebenarnya, cukup memberikan sedikit pencerahan bagi kita dan menambah perspektif baru tentang kehidupan ini...met baca aja deh....oiya artikel ini gue unduh dari blognya mas Qitori.moga menfaat.....

Satrio Pinandito Motinggo

“The unexamined life is not worth living for man”

(Socrates, Dialogues – Apology)

“Kehidupan yang tak teruji bukan kehidupan yang berharga bagi seseorang”, demikian Plato mengutip kata-kata dari Socrates di dalam bukunya Dialogues dan Apology. Sebenarnya jika seseorang menyelidiki kehidupan secara mendalam, ia akan menemukan bahwa yang dicari oleh jiwa adalah mengetahui makna hidup ini. Para saintis mencarinya di dalam dunia ilmu pengetahuan, para artis di dalam seninya, para filosof mencarinya di dalam filsafat. Apapun minat masing-masing orang tentu berbeda-beda, namun kecenderungan yang sebenarnya adalah sama, yaitu menemukan arti hidup itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa jiwa datang ke dunia ini adalah untuk tujuan ini, untuk menyadari dan memahami makna kehidupan ini. 

Baik secara material maupun spiritual setiap jiwa sedang berjuang untuk tujuan ini dengan jalannya masing-masing.

Kita dapat melihat ini pada tingkah laku bayi. Keinginan bayi melihat sesuatu, menyobek-nyobeknya dan melihat ada apa di dalamnya, menunjukkan hasrat jiwa untuk melihat kehidupan, untuk memahami kehidupan. Tentu saja efek dan pengaruh kehidupan di muka bumi ini membuat manusia mabuk. Dan karena mabuk atau lupa diri inilah ia menjadi sedemikian hanyut dengan dirinya sendiri serta kepentingannya sendiri hingga ia tersesat dan lalai dengan watak pembawaannya sendiri. Sebenarnya hasrat manusia yang paling dalam bukan mencari makanan atau kenyamanan. Kecenderungannya yang paling dalam adalah mencari pemahaman atas kehidupan. Seorang anak akan terus-menerus bertanya kepada orang tuanya, ‘Apa ini? Apa itu? Apa maksudnya ini semua?’ Ini menunjukkan adanya keinginan yang terus-menerus untuk mengetahui makna kehidupan, sebuah keinginan yang terus berlaku sepanjang hidup.

Apakah hal ini memiliki pelajaran atau pengajaran kepada kita?

Tentu saja! Hal ini mengajarkan kita tentang suatu prinsip bahwa sumber dan tujuan alam semesta adalah satu dan sama, bahwa Pencipta menciptakan segalanya untuk mengenal ciptaan-Nya. Tetapi bagaimana sang Pencipta melihat dan memahami ciptaan-Nya? Tidak saja di dalam aspek yang paling tinggi dan paling dalam, tetapi juga melalui segala sesuatu, Tuhan sedang terus-menerus memperhatikan dan memahami ciptaan-Nya. 

“Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS 55 : 29)

Maka bila ada yang bertanya, ‘Apakah seni itu? Apakah seni itu buatan manusia?’ Jawabannya adalah, ‘Ya, seni memang buatan manusia, tetapi juga buatan Tuhan melalui tangan manusia.’ Jika demikian bagaimana mekanisme yang telah dan sedang berlaku di alam semesta?

Sejatinya, alam ini bekerja, akan tetapi bekerja untuk tujuan apa?

Jawabnya : bekerja untuk memahami dirinya sendiri!

Lalu bagaimana mekanisme dunia itu sendiri? hidupkah ia ataukah mati? Sebenarnya, apa pun yang kita sebut hidup maka ia hidup, dan apa pun yang kita pikir ia mati juga sebenarnya tidak mati. Ia juga hidup!

Kita biasa mengatakan ini benda mati dan itu benda hidup! Padahal sebenarnya tidak ada satu pun benda yang mati, semuanya adalah makhluk hidup, hatta sebutir debu.

YANG TERTIDUR DAN YANG TERJAGA

Demikian juga, tidak ada bedanya antara mengambil jalan pintas dengan mengambil jalan yang lebih panjang. Yang satu berkeliling dulu dan yang lain mengambil jalan lurus. Tujuannya sama.

Yang berbeda ketika berada dalam perjalanannya, yang satu berjalan kaki, sementara yang lain naik kendaraan, atau yang satu tersadarkan di dalam perjalanannya, yang lainnya tertidur dan terlena dalam perjalanannya, sehingga ia tidak melihat pemandangan-pemandangan indah selama di perjalanan. Rasulullah saww justru bersabda, “Manusia dalam keadaan tidur dan bila ia mati maka ia baru bangun (tersadarkan)” 1] 

Imam Ali as berkata, “Ahlud dunia karakbin yusaru bihim wa hum niyaam”, artinya : Para ahli duniawi itu seperti pengendara yang berjalan dengan kendaraannya sementara mereka tertidur” 2] 

Takdir dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang satu adalah mekanisme yang mengatifkan takdir ini. Bagian yang lain adalah jiwa yang menyadarkan ini. Oleh karena itu mekanisme adalah mesin, sedangkan jiwa yang berada di dalamnya terdapat ahli mesin yang senantiasa sibuk agar mekanisme ini terus bekerja dan menghasilkan apa yang mesti dihasilkan.

Ada banyak metode dan cara yang manusia gunakan untuk mengetahui dan memahami. Dan pikiran merupakan sarana dan alat untuk mencapai tujuan. Sesuai dengan kesiapan alatnya, jiwa mengalami dan mengenal hidup. Kondisi pikiranlah yang memampukan jiwa untuk melihat kehidupan dengan jelas. Pikiran juga bisa diumpamakan sebagai air. Bila air keruh, maka sulit bagi kita untuk bercermin di atas permukaannya. Tetapi bila air itu jernih, maka kita dapat bercermin di atasnya. Sayangnya, manusia senantiasa hanya mengejar nilai-nilai yang bersifat materi, sehingga ia hanyut di dalam kehidupan ini dan kehilangan berbagai manfaat yang sesungguhnya dari hidup ini. Pada zaman sekarang ini manusia mendefinisikan peradaban sebagai kemajuan komersial atau industrial, ia menjadi ideal setiap jiwa. Dan menjadi sulit bagi jiwa untuk mencapai ketenangan untuk menyelesaikan tujuan yang terlahir dari jiwa itu sendiri. Hal ini bukan berarti perkembangan komersial dan industrial itu tidak perlu bagi kehidupan manusia. Tidak sama sekali! Sepanjang ia tidak meruntuhkan atau merintangi tujuan hidup manusia itu sendiri! Namun jika yang dilakukan sebaliknya, meski secara lahiriah ia meraih kemajuan, sebenarnya ia telah menyia-nyiakan hidupnya dan itu berarti hidupnya telah hancur.

Jika di Timur ada takhyul, maka di Barat pun ada. Ada takhayul yang menyebutkan bahwa hewan seperti kuda, kucing, anjing, burung, bisa memberi peringatan kepada seseorang bahwa ia akan jatuh sakit atau meninggal dunia, dan hal-hal lainnya yang serupa, dan terjadi sebagaimana yang diduga atau diramalkan, namun mengapa manusia tetap tidak bisa memahami dan merasakan hidup ini sebagaimana yang dirasakan oleh binatang? Mungkin jawaban sementara yang bisa disampaikan adalah bahwa binatang hidup lebih alamiah ketimbang manusia masa kini. Mereka lebih dekat dengan alam ketimbang manusia yang hanyut dalam kehidupan artifisial. Thomas Browne mengatakan, “Segala sesuatu adalah tiruan, sedangkan alam adalah karya seni Tuhan.” 3]

Jika binatang dapat mengetahui tanda-tanda alam maka selayaknya manusia dapat lebih mengetahuinya. Pengetahuan seperti inilah yang merupakan kepuasan atas hidupnya, bukan semua yang bersifat fisik dan lahiriah. Lalu dimanakah kekayaan manusia? Kekayaannya ada dalam pengetahuannya. Jika kekayaan hanya berada di bank dan tidak di dalam ilmu pengetahuannya, maka berarti ia tidak memilikinya. Ia ada di bank.

Semua yang diminati, apakah itu nilai, titel, kedudukan dan semua bentuk kepemilikan, dimana semua itu? Di luarkah? Tentu saja tidak!

Ini karena semua yang berada di luar hanya dapat diketahui melalui pengetahuan yang berada di dalam. Oleh karenanya semua kepemilikan yang sesungguhnya tidak lain yang berada di dalam. Dan yang berada di dalam itu adalah HATI, karenanya hati mesti dikembangkan, dan harus disesuaikan dengan ritme alam dan titian nadanya yang tepat. Jika ia sesuai dengan ritme alam dan pola-pola nadanya, maka ia akan dapat mencapai tujuannya.

LIMA METODA UNTUK MERASAKAN ILMU KEHIDUPAN

Ada 5 metoda yang berbeda, yang dengan kelima cara tersebut ilmu kehidupan dapat dirasakan. Cara pertama yang banyak kita ketahui dan kaum wanita dalam hal ini melebihi kaum pria, yaitu KESAN. Seringkali jika kita datang ke sebuah rumah atau menemui seseorang, maka yang pertama kali kita dapatkan sebelum berbicara dengan orang tersebut adalah kesan, apakah itu kesan yang menyenangkan atau pun yang tidak menyenangkan. Sebenarnya ini merupakan ilmu atau pengetahuan atas orang tersebut. Kadang-kadang ketika kita melihat seseorang, seolah kita ingin mengatakan, ‘Menjauhlah dariku!’.

Atau terkadang pada saat pertamakali kita bertemu dengan seseorang, tiba-tiba saja kita merasa tertarik padanya tanpa tahu alasannya.

Pikiran kita tidak memahami, namun jiwa kita secara ‘ajaib’ telah lebih dulu tahu. Bukan saja setiap orang mendapatkan kesan dari orang yang ia temui, bahkan jika ia memiliki kepekaan, ia pun dapat merasakan kesan dari surat yang datang dari seorang yang tak dikenal sekalipun. Banyak yang mengatakan bahwa mereka dapat mengatakan watak seseorang dengan ilmu physiognomy 4] atau phrenology 5]. Akan tetapi jika mereka tidak memiliki indera kesan ini di dalam hati mereka, meskipun mereka telah membaca ribuan buku tentang physiognomy atau phrenology, maka mereka tidak akan pernah memperoleh kesan yang sebenarnya.

Jadi indikasi apakah ini? Ini menunjukkan bahwa ilmu yang benar dari awal hingga akhir bukanlah milik dunia material.

Ada cara lain, yaitu cara intuitif. Kemudian, inspirasi, visi dan revelasi atau wahyu. Albert Einstein mengatakan,”Seseorang memulai hidupnya sesaat ia dapat hidup di luar kediriannya” (Wisdom of the Ages)

Catatan Kaki

1] Imam Khomeini, Rahasia Basmalah dan Alhamdulillah & Empat Puluh Hadits Bab Hadits Penuntut Ilmu hal. 44.

2] Nahjul Balaghah, Hikam: 64.

3] Sir Thomas Browne, 1605-1682, seorang ahli fisika Inggeris dan penulis essay, ia lahir di London, dan menyelesaikan studinya di Winchester College, University of Oxford, dan juga di Universities of Montpellier, Padua, serta Leiden.

4] Physiognomy : sebuah praktek yang sangat tidak ilmiah yang melibatkan sifat-sifat manusia menurut ekspresi wajah.

5] Phrenology : Franz Joseph Gall, 1758-1828, seorang dokter ahli anatomi Jerman yang lahir di Tienfenbronn. Gall mengembangkan sebuah sistem untuk mempelajari tengkorak, yang disebut phrenology. Dengan phrenology ini, ia menyatakan dapat mengungkap intelejensia dan kepribadian seseorang. Gall percaya bahwa garis bentuk tengkorak seseorang menunjukkan wilayah otak yang mengontrol berbagai kemampuan dan emosi tertentu. Walaupun phrenology sekarang dianggap sebagai ilmu pseudosains, Gall diakui oleh komunitas saintifik karena kontribusinya yang penting kepada pemahaman terdahulu mengenai lokasi-lokasi fungsi otak. Dialah saintis pertama yang mengidentifikasi perbedaan antara materi abu-abu dan putih di dalam otak dan sum-sum tulang belakang. Teorinya bahwa fungsi-fungsi mental yang berada di wilayah tertentu di dalam otak terbukti benar oleh penemuan-penemuan ahli anatomi pada abad pertengahan kesembilanbelas. Tetapi penemuan yang serupa ini dengan jelas membuktikan bahwa tulang tengkorak terlalu tipis untuk merefleksikan lokasi-lokasi dari fungsi mental yang berbeda-beda di dalam otak.

07.03

Bosen Hidup

ni artikel gue dapat dari blognya mas jherink_182, inspiratif sekaligus menggugah banget, coba aja baca......

Bosan Hidup

Seorang pria mendatangi Sang Master,

"Guru, saya sudah bosan hidup. Sudahjenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yangsaya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum,
"Oh, kamu sakit."

"Tidak Master, saya tidak sakit.
Saya sehat.
Hanya jenuh dengan kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati.
"Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan,

"Kamusakit.
Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'.
Ya, kamu alergiterhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian,tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan normakehidupan. Hidup ini berjalan terus.
Sungai kehidupan mengalir terus,tetapi kita menginginkan status-quo.
Kita berhenti di tempat, kita tidakikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.
Kita mengundang penyakit.Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupanmembuat kita sakit.
Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.
Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidakselalu langgeng, tidak abadi.
Apa sih yang langgeng, yang abadi dalamhidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan.
Kita ingin mempertahankansuatu keadaan.
Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersediamengikuti petunjukku."
demikian sang Master.

"Tidak Guru, tidak.
Saya sudah betul-betul jenuh.
Tidak, saya tidak inginhidup."
pria itu menolak tawaran sang guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh.
Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baik, besok sore kamu akan mati.
Ambillah botol obat ini. Setengah botoldiminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jamdelapan malam kau akan mati dengan tenang.
"Giliran dia menjadi bingung.
Setiap Master yang ia datangi selama iniselalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu inianeh. Ia bahkan menawarkan racun.
Tetapi, karena ia memang sudahbetul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ialangsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut

"obat" oleh Masteredan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakansebelumnya.Begitu rileks, begitu santai!
Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati.
Ia akan terbebaskan dari segalamacam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluargadi restoran .
Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selamabeberapa tahun terakhir.
Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkankenangan manis.
Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya,
"Sayang, aku mencintaimu.
"Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenanganmanis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.
Tiupanangin pagi menyegarkan tubuhnya.
Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur.
Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi.
Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagiterakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkanaku, sayang.

"Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnyapun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?
"Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut.
Karenasiang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebihtoleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.Tiba-tiba hidup menjadi indah.
Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya,
"Sayang,sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.
"Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan,
"Pi, maafkan kami semua. Selama ini,Papi selalu stres karena perilaku kami.

"Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali.
Tiba-tiba, hidup menjadisangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimanadengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yangtelah terjadi,
"Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kauhidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapatmenjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.
Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu.
Jadilah lembut, selembut air.Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan.
Kau tidak akan jenuh, tidak akanbosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kuncikebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.

"Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang kerumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masihmengalir terus.
Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.
Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?
bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?.
tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati

15.18

Tekadku…

Hari ini aku harus memulai untuk bisa hidup realistis. Aku tidak ingin terjebak oleh angan-angan semu yang dapat menghancurkan hidupku. Aku harus bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik bagi hidupku. Selama ini aku selalu berpikir bahwa mencari pekerjaan itu merupakan hal yang mudah, namun hari ini juga aku tau bahwa aku harus lebih bijaksana lagi dalam menentukan pilihan, aku harus dewasa, objektif, dan tidak terintervensi oleh suasana emosiku. Aku sekarang baru merasakan bahwa, harapan terkadang jauh dari kenyataan, namun aku yakin ini adalah bagian dari sebuah proses kehidupan, Aku hanya berharap Allah SWT selalu senantiasa membimbingku agar aku berada dijalanNya.
Aku harus tau bahwa aku tidak boleh terlalu membanggakan tittle keserjanaanku, karena kemanusian tidak bisa hanya dinilai dengan hal tersebut. Namun Kemanusian dapat dilihat dari sejauh mana kita mampu memahami dan mengerti arti hidup ini.
Sekarang aku mengerti bahwa, masih banyak kekurangan-kekurangan yang aku miliki, namun dengan petunjukMu ya Allah aku yakin aku mampu merubah kekuranganku menjadi sebuah kelebihan,…bimbing aku ya ALLAh………
Aku Berjanji…Kedepan aku harus menjadi lebih baik, dan konsisten dalam upaya menggapai kebahagian hidup ini……….Semoga.



15.12

Silent Pleaseee.......?

Diam terkadang mudah ketika kita hanya mendefinisikanya pada wilayah teoritis, namun berat sekali rasanya ketika makna diam tersebut kita implementasikan pada tataran praksis. Terkadang lisan ini sering membicarakan hal-hal yang memang gak penting buat dibicarakan, namun entahlah aku bingung,... ketika aku mencoba untuk diam didalam dinamika sosial aku cenderung jauh dari realitas kehidupan, tapi ketika melihat beberapa dalil yang menegaskan arti penting menjaga lisan akupun semakin kebingungan.
Diam yang seperti apa yang seharusnya kulakukan ditengah situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan yang ada di lingkunganku ini....????? jujur aku bingung.
Kucoba untuk melepaskan idealismeku agar aku dapat lebih dekat dan bersahabat dengan lingkunganku, tapi terlihat aku cenderung terbawa oleh situasi dan keadaan yang pada akhirnya bermuara pada pengikisan nilai-nilai idealisme yang telah kuanut.
Ya Allah salah sikapku ini, beri aku hidayahMu ya Allah........
Sungguh diri ini ingin sekali menjadi yang terbaik dalam panggung kehidupan ini, namun ketika sifat inkonsistensi terus mendominasi diriku akupun sering kehilangan fokus tujuanku.
Namun aku yakin ketika suasana kebingungan mampu kusikapi dengan proses pemikiran dan perubahan kearah yang lebih baik aku pasti bisa menemukan hikmah dan kebenaran dibalik semua ini.......semoga