20.05

Aporisma Kearifan Hidup

Kebahagian tidak bergantung pada siapa anda dan apa yang anda miliki,
Kebahagian sepenuhnya bergantung pada apa yang anda pikirkan.
Dale Carnegie

Jika Dirimu tidak mau bersabar akan jerih payahmu menuntut ilmu,
Maka bersabarlah engkau akan pahitnya kebodohan.
“Pythagoras”

Kau dapat melakukan apapun di dunia ini jika memiliki 3 hal
Ketekunan, keberanian, dan keikhlasan.

Hanya mereka yang menghormati diri mereka sendirilah yang
Memiliki nyali untuk lebih merendahkan hati mereka sendiri.

Pikiran orang-orang seharusnya seperti air, bersifat lembut 
dan mudah menyesuaikan, namun mengandung kekuatan
tanpa batas yang tak dapat dihentikan
“Master cheng Yen”

Ketakutan selalu muncul dari ketidaktahuan
Ralph emerson

Jangan hanya berfikir hal-hal yang besar, tapi berpikirlah akan hal-hal yang baik
Mohandas. K. Gandhi

Kenikmatan terbesar dalam hidup adalah melakukan apa yang menurut orang lain
Tidak dapat anda lakukan
Walter bagehot

Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun.
George Bernard Shaw

Lebih baik tidak terlahir dari pada tidak terpelajar
Karena kebodohan adalah akar kemiskinan
Plato

Kebiasaan merupakan pelayan terbaik atau tuan yang terjahat
Emmons

Semakin sedikit orang berfikir maka semakin banyak ia berbicara
Charles

Menjadi teladan adalah satu-satunya jalan untuk mempengaruhi orang lain
Albert Schweitzer

Kuningan yang digosok sampai berkilat sering lebih mengesankan daripada emas yang masih kasar
Lord Chesterfield

Tindakan memang tidak selalu membawa kebahagian,
Namun tak ada kebahagian tanpa tindakan
Benjamin Disraeli

Cara paling manjur untuk meringankan penderitaan kita adalah dengan meringankan penderitaan orang lain
Madame de Maintenon

Seperti dalam permainan kartu
Begitu pula permainan hidup
Kita mesti memanfaatkan yang kita terima
Kepuasanya bukan pada kemenangan
Tetapi karena berhasil memainkan kartu jelek
Dengan sebaik-baiknya,
Josh Bill

Semua orang tidak perlu malu karena pernah berbuat kesalahan,
Selama ia menjadi lebih bijaksanan daripada sebelumnya
Alexander Pope


19.08

Agama sebagai Solusi konflik.

Melihat betapa ramai konflik yang merebak saat ini ditengah-tengah masyarakat, timbul banyak hipotesa yang diajukan guna menginterprestasi mengapa sebuah konflik itu terjadi. Mengutip tulisan dari artikel di harian pikiran rakyat “ mengatakan bahwa manusia hidup didalam dan pada dunia, itu artinya manusia tidak akan pernah terlepas dari interaksinya terhadap dunia sekitar. Oleh karena itu eksistensi manusia tidak hanya ditentukan dari hasil dialog batin tanpa mengindahkan proses dialog sosial-kultural. artinya bangunan sosial, politik dan kebudayaan adalah sebuah hasil kontruksi dan dialektika dari pemikiran manusia yang sangat rawan dengan kepentingan diri dan kebodohan para konstruktornya.
Cukup benar apa yang dikatakan oleh thomas F obea bahwa manusia tidak bisa hidup dengan benar tanpa adanya agama, karena mengapa, didalam diri manusia ada semacam titik kritis antara lain : keterbatasan, ketidakpastian, dan kelangkaan manusiawi. yang jika ini terakumulasi dalam proses yang terus menerus akan mengantarakan manusia pada kondisi dimana ia kehilangan makna didalam dirinya dan ini akan melahirkan sebuah tatanan masyarakat yang kacau(chaos). Dalam konteks inilah agama menjadi sangat penting untuk membantu proses tranformasi pembangunan sosial budaya dan politik. Karena dengan adanya agama sebagai sebuah realitas transenden maka manusia memiliki sebuah keterarahan di dalam merekonstruksi bangunan dunia.
Ketika Melihat situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan kita saat ini yang seakan kehilangan teladan dan tidak adanya nilai-nilai moral yang mereka jadikan sebuah acuan dalam melakukan pembangunan, maka yang terjadi adalah masyarakat yang bingung. Seperti contoh kita lihat dalam domain perpolitikan kita saat ini dimana politik menjadi sebuah ajang perebutan kekuasaan tanpa memasukan nilai-nilai moral didalamnya maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah bangunan politik yang tak ubahnya seperti bangunan politik pada masa machivelis dan ini sangat menyudutkan dan menyengsarakan kaum proletariat.
Agama sebagai sebuah alat control dalam kehidupan manusia menjadi sangat penting ketika dihadapkan pada kondisi sosial yang amat kacau saat ini. Karena agama memiliki nilai-nilai moral yang mampu menjadi teladan bagi manusia dalam proses dinamika kehidupannya,misalkan :
Dalam Dunia politik ketika memasukan nilai agama di dalamnya maka akan menghasilkan poltik nilai (politik of value) dan bukan politik kekuasaan (politik of power)
Dalam bidang hukum ketika agama yang menjadi acuan dalam proses peradilan maka akan tercipta sebuah peradilan yang sehat .Tidak ada proses tebang pilih dan mafia peradilan didalam menegakan hukum, semua masyarakat akan memiliki hak yang sama dimata hukum.
Dalam bidang sosial,. agama akan menjadi sebuah pendamping di dalam proses interaksi sosial, agama yang mengedapankan akhlak dan moral di dalam mendidik manusia akan menjadi sebuah alat untuk memperbaiki prilaku manusia itu sendiri.
Dan pada akhirnya dalam wilayah kebudayan dan peradaban agama akan mampu menjadi pondasi yang kokoh didalam membangun sebuah peradaban yang memang beradab..Semoga



18.59

Kebahagian

Bahagia.........sebuah kata yang bisa merepresentasikan keadaan manusia dimana ia merasakan sebuah dimensi nilai ketenangan, keindahan, kegembiraan, dan kesenangan dalam hidupnya. Namun tahukah kita apa sebenarnya definisi kebahagian itu sendiri......?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya akan terlebih dahulu mengajak kepada kita sekalian untuk bertanya pada diri kita masing-masing, sebenarnya wilayah bahagia itu dimana sih? Di perut, diotak, di badan, atau dihati (perasaan)...? apakah dengan mengisi perut kita dengan makanan-makanan yang lezat kita akan bahagia, apakah hanya dengan mengisi otak kita dengan berbagai macam ilmu pengetahuan kita juga otomatis bisa akan bahagia, ataukah hanya dengan memenuhi tubuh kita dengan perhiasan, harta benda, dan sebagainya kita akan langsung merasakan kebahagian?
Saya yakin kita semua akan sepakat bahwa wilayah bahagia adalah kepunyaan hati(rasa) dan bahagia tidak akan secara otomatis langsung bisa kita rasakan hanya dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tesebut.
Satu lagi pertanyaan untuk kita sekalian saudaraku, ...
Hati yang ada pada diri manusia dapatkah disentuh oleh hal-hal yang bersifat materi atau justru malah immateri.?, dalam bahasa yang lebih sederhana apakah hati bisa disentuh oleh hal-hal yang tangible (dapat diraba) atau intangible(tak dapat diraba) ?. sekali lagi saya yakin kita semua sepakat bahwa hati akan tersentuh oleh hal-hal yang kedua yaitu intangible.
Lalu.... Manakala kita semua telah sepakat dengan pernyataan diatas, mengapa kita selama ini masih cenderung mengisi hati kita dengan nilai-nilai yang bersifat materi, parameter kebahagian yang kita gunakan masih dengan melihat seberapa banyak kita mampu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan berupa materi. Yakinlah saudaraku, bahwa hati kita tidak akan pernah merasa bahagia oleh hal-hal tersebut, kalaupun ia bahagia itu bukanlah kebahagian yang hakiki melainkan hanyalah kebahagian semu, kebahagian yang bergantung pada faktor x, formulasi sederhananya adalah : (Jika x ada=bahagia, namun jika x tidak ada ≠ bahagia). Kebahagian sejati adalah kebahagian yang selalu mengalir dan terpancar tanpa henti dan tak mengenal batas. Dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun kita akan senantiasa merasakannya. 
Saudaraku, kita adalah mahluk yang punya banyak sekali keterbatasan,banyak kelemahan dan kekurangan, maka dari itulah untuk menutupi segala keterbatasan kita tersebut tentu kita harus meminta pada yang Tak terbatas, siapakah Dia ? Dialah Allah azza wa jalla, Allah yang memilki otoritas tertinggi atas alam yang mini ini, Allah yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang dalam hidup ini. Kita tidak ada apa-apanya dibanding dengan kebesaran-Nya.
saudaraku sekalian..Jadi untuk bisa mendapatkan Kebahagian yang hakiki jalan satu-satunya yang harus kita tempuh adalah dengan menggantungkan diri kita semata-mata kepadaNya, bukan ke pada harta, tahta, pangkat, kedudukan, atau malah dengan manusia yang sudah jelas sama terbatasnya dengan kita sendiri. Kalau kita masih juga melakukan hal itu saya yakin hidup kita didunia yang amat singkat ini akan selalu dirundung oleh duka, lara dan kepedihan.

18.27

About Love


Cinta.........
Satu kata yang sangat mudah untuk disebutkan namun begitu sulit untuk di definisikan, cinta dapat mengubah tatanan kehidupan seseorang dari tak berarti menjadi lebih berarti, dari tak bergairah menjadi bersemangat, namun sebaliknya cinta pula yang dapat menyebabkan keceriaan menjadi sebuah tangisan, kegembiraan menjadi sebuah kedukaan. Itulah cinta di satu sisi ia dapat memberikan arti hidup bagi seseorang, namun di sisi lain ia dapat membuat disorientasi dalam kehidupan, tergantung oleh siapa dan bagaimana cinta itu diperlakukan.
Sejatinya cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari kepentingan apapun, ketika kita mencintai seseorang bukan karena seseorang itu pantas untuk dicintai tetapi lebih karena kita yang memang harus mencintainya, artinya cinta yang sejati adalah cinta yang tidak memiliki alasan mengapa kita harus mencintainya, karena sebuah cinta yang tumbuh berdasarkan alasan-alasan yang dibuat oleh akal, maka ketika semua alasan itu sirna cintapun akan lenyap.
Jika cinta dapat membuat seorang yang koleris menjadi melankolis, maka artinya cinta sangat bernilai bagi kehidupan ini, hidup tanpa cinta layaknya seseorang yang telah mati sebelum mati, tak punya warna dan arti sama sekali.
”Hargailah cinta maka cinta akan menghargai anda”.


16.07

Manusia, Ego dan Fitrah.

Dalam keseharian hidupnya Manusia akan selalu dihadapkan antara dua konflik internal dalam dirinya, yaitu antara Ego dan Fitrah. Ego selalu berupaya untuk memperdaya fitrah manusia yang pada dasarnya cenderung kepada kebenaran. Ego akan menggunakan berbagai macam mekanismenya untuk menutupi fitrah dengan awan yang kelabu, sehingga ketika awan-awan kelabu tersebut terakumulasi menjadi awan yang gelap maka akan tertutuplah hati manusia dari nilai-nilai kebenaran.
Ketika Ego yang lebih dominan berada dalam diri manusia dan membuat sistem pengaturannya sedemikian rupa, maka dalam diri manusia tersebut akan selalu tertanam sifat yang selalu cenderung pada kesenangan hidup belaka tanpa mau sedikitpun merasakan getir dan pahitnya kehidupan ini dan inilah yang akan melahirkan manusia-manusia Hedonis.Manusia yang telah didominasi oleh Egonya akan cenderung bersifat praktis dan pragmatis, Ia tidak akan pernah suka dengan Proses, ia akan selalu berorientasi pada hasil, terlepas apakah prosesnya tidak diatas nilai-nilai kebenaran itu bukan soal baginya.
Namun Ketika fitrah yang mendominasi diri manusia maka kecenderungan manusia ini akan selalu tunduk pada kebenaran Universal, Gerak langkah kehidupanya selalu didedikasikan untuk sebuah kata yaitu KEBENARAN. Ia tidak akan mengambil kenikmatan dan kesenangan hidup tanpa melalui sebuah proses yang panjang dan sulit. Baginya Hidup adalah Perjuangan dan perjuangan butuh pengorbanan dan sudah barang tentu dalam hidup ini tidak ada pengorbanan yang sia-sia.
Manusia semacam ini akan selalu menggunakan egonya secara proporsional itu artinya ia akan menjadikan egonya tersebut sebagai sebuah energi positif untuk membangkitkan semangatnya menggali fitrah yang ada dalam dirinya. Sehingga ketika fungsi Fitrahnya sudah berjalan dengan baik maka pantaslah manusia semacam ini disebut sebagai INSAN KAMIL.