16.07

Manusia, Ego dan Fitrah.

Dalam keseharian hidupnya Manusia akan selalu dihadapkan antara dua konflik internal dalam dirinya, yaitu antara Ego dan Fitrah. Ego selalu berupaya untuk memperdaya fitrah manusia yang pada dasarnya cenderung kepada kebenaran. Ego akan menggunakan berbagai macam mekanismenya untuk menutupi fitrah dengan awan yang kelabu, sehingga ketika awan-awan kelabu tersebut terakumulasi menjadi awan yang gelap maka akan tertutuplah hati manusia dari nilai-nilai kebenaran.
Ketika Ego yang lebih dominan berada dalam diri manusia dan membuat sistem pengaturannya sedemikian rupa, maka dalam diri manusia tersebut akan selalu tertanam sifat yang selalu cenderung pada kesenangan hidup belaka tanpa mau sedikitpun merasakan getir dan pahitnya kehidupan ini dan inilah yang akan melahirkan manusia-manusia Hedonis.Manusia yang telah didominasi oleh Egonya akan cenderung bersifat praktis dan pragmatis, Ia tidak akan pernah suka dengan Proses, ia akan selalu berorientasi pada hasil, terlepas apakah prosesnya tidak diatas nilai-nilai kebenaran itu bukan soal baginya.
Namun Ketika fitrah yang mendominasi diri manusia maka kecenderungan manusia ini akan selalu tunduk pada kebenaran Universal, Gerak langkah kehidupanya selalu didedikasikan untuk sebuah kata yaitu KEBENARAN. Ia tidak akan mengambil kenikmatan dan kesenangan hidup tanpa melalui sebuah proses yang panjang dan sulit. Baginya Hidup adalah Perjuangan dan perjuangan butuh pengorbanan dan sudah barang tentu dalam hidup ini tidak ada pengorbanan yang sia-sia.
Manusia semacam ini akan selalu menggunakan egonya secara proporsional itu artinya ia akan menjadikan egonya tersebut sebagai sebuah energi positif untuk membangkitkan semangatnya menggali fitrah yang ada dalam dirinya. Sehingga ketika fungsi Fitrahnya sudah berjalan dengan baik maka pantaslah manusia semacam ini disebut sebagai INSAN KAMIL.



0 komentar: