18.59

Kebahagian

Bahagia.........sebuah kata yang bisa merepresentasikan keadaan manusia dimana ia merasakan sebuah dimensi nilai ketenangan, keindahan, kegembiraan, dan kesenangan dalam hidupnya. Namun tahukah kita apa sebenarnya definisi kebahagian itu sendiri......?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya akan terlebih dahulu mengajak kepada kita sekalian untuk bertanya pada diri kita masing-masing, sebenarnya wilayah bahagia itu dimana sih? Di perut, diotak, di badan, atau dihati (perasaan)...? apakah dengan mengisi perut kita dengan makanan-makanan yang lezat kita akan bahagia, apakah hanya dengan mengisi otak kita dengan berbagai macam ilmu pengetahuan kita juga otomatis bisa akan bahagia, ataukah hanya dengan memenuhi tubuh kita dengan perhiasan, harta benda, dan sebagainya kita akan langsung merasakan kebahagian?
Saya yakin kita semua akan sepakat bahwa wilayah bahagia adalah kepunyaan hati(rasa) dan bahagia tidak akan secara otomatis langsung bisa kita rasakan hanya dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tesebut.
Satu lagi pertanyaan untuk kita sekalian saudaraku, ...
Hati yang ada pada diri manusia dapatkah disentuh oleh hal-hal yang bersifat materi atau justru malah immateri.?, dalam bahasa yang lebih sederhana apakah hati bisa disentuh oleh hal-hal yang tangible (dapat diraba) atau intangible(tak dapat diraba) ?. sekali lagi saya yakin kita semua sepakat bahwa hati akan tersentuh oleh hal-hal yang kedua yaitu intangible.
Lalu.... Manakala kita semua telah sepakat dengan pernyataan diatas, mengapa kita selama ini masih cenderung mengisi hati kita dengan nilai-nilai yang bersifat materi, parameter kebahagian yang kita gunakan masih dengan melihat seberapa banyak kita mampu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan berupa materi. Yakinlah saudaraku, bahwa hati kita tidak akan pernah merasa bahagia oleh hal-hal tersebut, kalaupun ia bahagia itu bukanlah kebahagian yang hakiki melainkan hanyalah kebahagian semu, kebahagian yang bergantung pada faktor x, formulasi sederhananya adalah : (Jika x ada=bahagia, namun jika x tidak ada ≠ bahagia). Kebahagian sejati adalah kebahagian yang selalu mengalir dan terpancar tanpa henti dan tak mengenal batas. Dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun kita akan senantiasa merasakannya. 
Saudaraku, kita adalah mahluk yang punya banyak sekali keterbatasan,banyak kelemahan dan kekurangan, maka dari itulah untuk menutupi segala keterbatasan kita tersebut tentu kita harus meminta pada yang Tak terbatas, siapakah Dia ? Dialah Allah azza wa jalla, Allah yang memilki otoritas tertinggi atas alam yang mini ini, Allah yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang dalam hidup ini. Kita tidak ada apa-apanya dibanding dengan kebesaran-Nya.
saudaraku sekalian..Jadi untuk bisa mendapatkan Kebahagian yang hakiki jalan satu-satunya yang harus kita tempuh adalah dengan menggantungkan diri kita semata-mata kepadaNya, bukan ke pada harta, tahta, pangkat, kedudukan, atau malah dengan manusia yang sudah jelas sama terbatasnya dengan kita sendiri. Kalau kita masih juga melakukan hal itu saya yakin hidup kita didunia yang amat singkat ini akan selalu dirundung oleh duka, lara dan kepedihan.

0 komentar: