19.08

Agama sebagai Solusi konflik.

Melihat betapa ramai konflik yang merebak saat ini ditengah-tengah masyarakat, timbul banyak hipotesa yang diajukan guna menginterprestasi mengapa sebuah konflik itu terjadi. Mengutip tulisan dari artikel di harian pikiran rakyat “ mengatakan bahwa manusia hidup didalam dan pada dunia, itu artinya manusia tidak akan pernah terlepas dari interaksinya terhadap dunia sekitar. Oleh karena itu eksistensi manusia tidak hanya ditentukan dari hasil dialog batin tanpa mengindahkan proses dialog sosial-kultural. artinya bangunan sosial, politik dan kebudayaan adalah sebuah hasil kontruksi dan dialektika dari pemikiran manusia yang sangat rawan dengan kepentingan diri dan kebodohan para konstruktornya.
Cukup benar apa yang dikatakan oleh thomas F obea bahwa manusia tidak bisa hidup dengan benar tanpa adanya agama, karena mengapa, didalam diri manusia ada semacam titik kritis antara lain : keterbatasan, ketidakpastian, dan kelangkaan manusiawi. yang jika ini terakumulasi dalam proses yang terus menerus akan mengantarakan manusia pada kondisi dimana ia kehilangan makna didalam dirinya dan ini akan melahirkan sebuah tatanan masyarakat yang kacau(chaos). Dalam konteks inilah agama menjadi sangat penting untuk membantu proses tranformasi pembangunan sosial budaya dan politik. Karena dengan adanya agama sebagai sebuah realitas transenden maka manusia memiliki sebuah keterarahan di dalam merekonstruksi bangunan dunia.
Ketika Melihat situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan kita saat ini yang seakan kehilangan teladan dan tidak adanya nilai-nilai moral yang mereka jadikan sebuah acuan dalam melakukan pembangunan, maka yang terjadi adalah masyarakat yang bingung. Seperti contoh kita lihat dalam domain perpolitikan kita saat ini dimana politik menjadi sebuah ajang perebutan kekuasaan tanpa memasukan nilai-nilai moral didalamnya maka apa yang terjadi? Yang terjadi adalah bangunan politik yang tak ubahnya seperti bangunan politik pada masa machivelis dan ini sangat menyudutkan dan menyengsarakan kaum proletariat.
Agama sebagai sebuah alat control dalam kehidupan manusia menjadi sangat penting ketika dihadapkan pada kondisi sosial yang amat kacau saat ini. Karena agama memiliki nilai-nilai moral yang mampu menjadi teladan bagi manusia dalam proses dinamika kehidupannya,misalkan :
Dalam Dunia politik ketika memasukan nilai agama di dalamnya maka akan menghasilkan poltik nilai (politik of value) dan bukan politik kekuasaan (politik of power)
Dalam bidang hukum ketika agama yang menjadi acuan dalam proses peradilan maka akan tercipta sebuah peradilan yang sehat .Tidak ada proses tebang pilih dan mafia peradilan didalam menegakan hukum, semua masyarakat akan memiliki hak yang sama dimata hukum.
Dalam bidang sosial,. agama akan menjadi sebuah pendamping di dalam proses interaksi sosial, agama yang mengedapankan akhlak dan moral di dalam mendidik manusia akan menjadi sebuah alat untuk memperbaiki prilaku manusia itu sendiri.
Dan pada akhirnya dalam wilayah kebudayan dan peradaban agama akan mampu menjadi pondasi yang kokoh didalam membangun sebuah peradaban yang memang beradab..Semoga



0 komentar: